Kamis, 01 September 2011

Kandidat Kuat Bakal Calon CEO PSMS

TRIBUN-MEDAN.com MEDAN - Siapa bakal figur yang duduk di kursi Chief Executive Officer (CE0) PT Medan Bestari Metropolitan belum terang. PT yang menjadi payung legalitas PSMS Medan itu sudah disepakati dalam MoU, 12 Agustus lalu di Balaikota. Namun figur CEO masih sangat samar. Teranyar disebutkan akan didefinitifkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) besok, Sabtu (3/9/2011)  mendatang.

Beberapa nama bersiliweran deras di Kebun Bunga, diantaranya Herman Bangun, Dityo Pramono, Wahyu Wahab dan Benny Tomasoa. Tiga nama terakhir disebutkan kandidat terkuat. Sumber Tribun dari lingkup Kebun Bunga menyebut Wahyu Wahab, sekarang menjabat Presiden Direktur PT Pro Duta Football Indonesia. Keberadaannya di bursa calon tak terlepas dari adanya kepemilikan saham Sihar Sitorus yang nota bene berada dibalik layar PT Pro Duta.

Pro Duta FC pun kini sedang masuk dalam tahap pembahasan merger dengan Batavia Union dan akan berpindah home base dari Medan. Kepastian merger tersebut membuat Wahyu Wahab berfokus pada klub.

Sedangkan Dityo Pramono, CE0 PT Bintang Medan Metropolitan yang memayungi legalitas klub Bintang Medan FC. Penunjukkannya dilakukan oleh konsorsium saat itu. Dityo dinilai punya kompetensi karena pengalamannya di dunia korporat.

Benny Tomasoa merupakan satu-satunya yang berasal dari kalangan PSMS. Pengusaha fungidasi ini mendapatkan dukungan tak kalah mentereng dari suporter dan lingkup kebun Bunga. Hal itu tampak jelas dalam arus laman sosial kepunyaannya. Ia dinilai profesional dan paham betul kultur PSMS.

Plt Ketua Umum PSMS Idris membenarkan nama-nama tersebut. Namun ia menolak mengomentari kecenderungan siapa yang terkuat. "Yang terutama figur itu orang Medan. Punya track record bagus dan benar-benar paham soal sepakbola. Belum ada yang pasti, nanti akan rampung di Rapat Umum Pemegang Saham," katanya.

RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) akan direncanakan digelar 3 September mendatang. Merupakan agenda pokok pasca definitifnya PSMS di kompetisi level satu.

Sementara itu Dityo Pramono membenarkan namanya dicatut di bursa calon. Kendati begitu ia menolak berkomentar jauh. Dityo lebih menyoroti soal sistematisasi struktural PSMS.

Setelah adanya MoU antara konsorsium dan Pemko Medan, selaku pengelola PSMS. Selanjutnya wajib menentukan CEO, lingkup manajerial yang terdiri dari Manajer Tim, Manajer Keuangan, Manajer Pemasaran dan Internal Auditor. Dilanjutkan dengan perekrutan pelatih kepala. "Mekanismenya seperti itu. September awal, usai lebaran semuanya akan dan harus dilakukan secara sistematik. Jadi tidak tumpang tindih dan gamang," ujarnya.

Khusus komposisi manajerial tim santer diisukan akan diisi orang-orang lama dengan Idris sebagai Manajer. "Akh..enggak..enggak. Kita lihat saja nanti. Tapi kemungkinan besar diisi dari lingkup pengurus PSMS. Tapi saya ngak bilang sama persis dengan musim lalu. Kita tunggu dulu CEO-nya," pungkasnya. (raf/tribunmedan.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar