![]() |
| (WOL Photo/Austin Antariksa) |
MEDAN - Penuntasan gaji skuad PSMS Medan 2010/2011 ternyata belum menyeluruh. Berbeda dengan para pemain lokal dan dua rekan sesama legiun asing yang sudah menerima pelunasan gaji, Gaston Castano sebaliknya. Gajinya selama dua bulan belum dilunasi pengurus hingga ia mengancam membawanya ke ranah hukum.
Tenyata ada kesepakatan yang belum tuntas antara kedua belah pihak. Terutama menyangkut kesediaan untuk ikut dalam investigasi pengungkapan dugaan suap terhadap pemain pascagagal di babak 8 Besar Liga Ti-Phone 2010/2011.
Sekretaris Umum PSMS, Idris SE, mengatakan pihaknya tidak akan membayar gaji Gaston sebelum striker asal Argentina itu bersedia menandatangani surat tersebut. “Gaston belum ke Medan. Kalau untuk gaji total dia ada sekitar Rp90 juta. Tapi kita belum bisa berikan karena dia belum tanda tangan kesediaan investigasi,” ujar Idris.
Selain itu ada ketidaksepahaman menyangkut pengurusan Kartu Izin Urusan Tinggal Sementara (KITAS) sebagai persyaratan Gaston main di kompetisi tanah air. Idris menuntut Gaston membayar uangnya yang didahulukan untuk pengurusan itu.
“Itu menjadi tanggung jawab agen. Tapi waktu itu saya dahulukan pakai uang saya. Karena saya anggap sebagai pemain yang profesional dia pasti akan bayar. Tapi nyatanya dia tak mau bayar,” lanjutnya.
Selain itu ditambahkan Idris, Gaston juga meminta tambahan uang sewa rumahnya selama di Medan. “Kemarin minta tambah uang untuk sewa rumah sekitar Rp15 juta. Tapi saya tidak akan kasih karena dia juga tidak mau ganti uang KITAS,” ungkap Idris menambahkan tak takut jika kekasih Julia Perez ini mengancam membawa kasus ini ke ranah hukum.
“Silakan dia mau sewa pengacara. Kita tidak takut!” seru Idris.
Editor: AUSTIN ANTARIKSA(dat05/wol)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar