Sabtu, 30 Juli 2011

PSMS Merger ? Akan Berubahkah Nama PSMS ?

MEDAN - Sejak berdiri tahun 1950, klub sepakbola Indonesia legendaris asal Sumatera Utara, PSMS Medan, telah menjelma menjadi ikon Kota Medan. Rentetan sejarah dari mulai prestasi hingga catatan kelam menjadi kisah yang terus diikuti masyarakat Medan.

Bahkan sampai hari ini, PSMS tak bermain di kasta utama, dukungan tak surut. Semua itu tentu karena kecintaan terhadap klub berlambang daun tembakau. Maka tak heran ketika muncul wacana merger dengan klub Liga Primer Indonesia (LPI), publik Medan bertanya-tanya. Kekhawatiran muncul menyoal perubahan yang akan terjadi di tubuh Ayam Kinantan.

Berubah namakah? Atau mungkin saja merger memungkinkan PSMS tak lagi bermarkas di Medan? Begitu pertanyaan yang timbul di benak pecinta PSMS. Maka muncullah reaksi-reaksi penolakan.

Padahal wacana merger itu, menurut seorang pengurus LPI, muncul untuk mengatasi masalah pendanaan yang kini membelit PSMS. Peraturan Mendagri soal pelarangan APBD untuk klub sepakbola yang berlaku mulai 2012 tentu berdampak bagi PSMS. Pasalnya, selama ini sumber pendanaan masih bergantung pada anggaran dari KONI Medan itu.

Menanggapi wacana merger ini, Sekretaris Umum PSMS, Idris, mengatakan dengan tegas bahwa merger itu sama sekali tidak dipertimbangkannya. Saat ini Idris mengaku tengah fokus menjajaki calon investor untuk membantu pendanaan PSMS. Idris juga mengaku telah terjalin komunikasi dengan tiga pengusaha nasional asal Sumut yang tertarik untuk menaman modal untuk kelangsungan PSMS ke depan.

Namun demikian, Idris juga menganggap merger sah-sah saja selama tidak mengubah PSMS. “PSMS ini kan punya sejarah yang panjang. Hal itu yang tidak boleh hilang begitu saja karena merger. Kalaupun harus merger, jangan sampai mengubah PSMS secara institusi. PSMS tetaplah PSMS,” ujar Idris.

Regional Vice President for Business LPI (Sumatera-Aceh), Avian Tumengkol, sementara itu menegaskan, pihaknya yakin bahwa langkah merger ini tidak akan merugikan PSMS, namun justru menguntungkan. “PSMS tidak akan rugi dengan merger ini. Justru PSMS akan sangat terbantu karena LPI menyediakan dana segar yang nilainya sangat cukup untuk mendukung visi manajemen untuk membesarkan klub itu sendiri, jelasnya kepada Waspada Online, hari ini.

Avian juga menegaskan pihaknya sangat menghargai dan menghormati nama besar PSMS di arena persepakbolaan nasional kita. "Justru karena itu lah, langkah terbaik bagi PSMS adalah merger dengan klub LPI, ada Bintang Medan, ada Medan, dan kalau perlu merger tiga klub sekaligus. Kalau soal nama, itu urusan gampang. Yang penting, selamatkan dulu masa depan PSMS."

Editor: ANGGRAINI LUBIS
(dat04/wol)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar