MEDAN – Konflik antara Pengurus Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya (PSMS) dengan mantan pemainnya pasca laporan ke Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Medan soal tertundanya gaji pemain, kini makin meruncing.
Pengaduan sejumlah mantan pemain PSMS ke KONI Medan dibalas pengurus dengan sebuah pernyataan pedas, yakni akan membuka kembali kasus suap saat 8 Besar Liga Ti-Phone 2010/2011 di Tenggarong, Kalimantan Timur, Mei silam. Sikap pengurus PSMS tersebut tentu cukup mengherankan mengingat tujuan dari para pemain tersebut murni untuk menuntut hak. Apalagi tindakan mantan pemain PSMS atas janji-janji pengurus yang tak jelas realisasinya.
“Kami menuntut hak karena pengurus seperti tidak ada niat membayar gaji. Saya sudah telepon ataupun SMS Pak Idris. Tapi tidak ada balasan,” ujar Vagner Luis, salah satu pemain yang menuntut haknya itu.
Reaksi pemain lantas dibalas Pengurus PSMS yang berencana akan memeriksa kembali para pemain. “Silahkan kalau mereka menuntut hak. Tapi kewajiban harus ia jalankan. Dalam waktu dekat ini kita akan periksa pemain, termasuk Vagner. Dia harus bersedia," ujar mantan Asisten Manajer PSMS, Benny Tomasoa, usai mendengar kabar Vagner melapor ke KONI Medan.
Kasus itu sendiri sebenarnya sudah sempat ditutup Pengurus PSMS karena tak ditemukannya bukti. Sikap pengurus sepertinya ingin membalas pengaduan pemain ke KONI Medan.
Mendengar wacana tersebut, para pemain tersenyum geli. Mereka merasa heran karena yang menutup kasus tersebut pengurus. Namun justru mau dibuka lagi. “Hahaha..silahkan. Mereka yang tutup buka itu masalah suap. Saya akan datang dan lihat benar tidak mereka akan ungkap,” ujar Vagner tadi malam, yang mengaku siap diperiksa.
Editor: HARLES SILITONGA
(dat03/wol)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar