DONI HERMAWAN
WASPADA ONLINE
MEDAN - Kiprah Saktiawan Sinaga yang semakin beken di kancah sepakbola nasional membuat banyak klub kepincut. Tak terkecuali klub LPI, Bintang Medan yang tengah melakukan pembenahan menyambut putaran kedua. Bersediakah Sakti?
Sakti memang sangat ingin kembali ke berkiprah di Medan, kampung halamannya. Namun pemain yang kini membela Semen Padang ini menolak jika harus membela Bintang Medan. Alasannya ia lebih memilih bermain untuk PSMS Medan, klub sekota namun beda kompetisi. “Dan aku juga tak mau main untuk Bintang Medan, karena aku cinta sama PSMS,” ujarnya.
Sakti memang pemain yang dibesarkan PSMS. Namanya beberapa tahun belakangan memang kerap dihubung-hubungkan dengan Ayam Kinantan. Terutama musim lalu. Namun ia gagal kembali karena tak melihat adanya keseriusan dari pengurus.
“Harapan aku buat PSMS, lebih baiklah dari sebelumnya, dan malu kita masak nama besar PSMS main di Divisi Utama. Pengurus untuk musim depan lebih baik dari sekaranglah, bila perlu diganti saja,” ujarnya.
Pemain kelahiran 19 Februari 1982 ini mengatakan masih menghormati kontraknya dengan Semen Padang. Dia memang tak mau berbicara soal klub, meski kontraknya di Semen Padang habis bulan depan.
“Aku belum ada kontak dengan klub-klub lain, belum terpikir dan belum ada rencana,” katannya.
Sakti terakhir memperkuat PSMS di Liga Indonesia 2007. Ketika itu bersama Mahyadi Panggaben, Markus Horison, dan beberapa pemain beken lainnya sukses membawa Ayam Kinantan ke final. Sayangnya, PSMS takluk 1-3 dari Sriwijaya FC di final.
Editor: SASTROY BANGUN(dat05/wol)
WASPADA ONLINE
MEDAN - Kiprah Saktiawan Sinaga yang semakin beken di kancah sepakbola nasional membuat banyak klub kepincut. Tak terkecuali klub LPI, Bintang Medan yang tengah melakukan pembenahan menyambut putaran kedua. Bersediakah Sakti?
Sakti memang sangat ingin kembali ke berkiprah di Medan, kampung halamannya. Namun pemain yang kini membela Semen Padang ini menolak jika harus membela Bintang Medan. Alasannya ia lebih memilih bermain untuk PSMS Medan, klub sekota namun beda kompetisi. “Dan aku juga tak mau main untuk Bintang Medan, karena aku cinta sama PSMS,” ujarnya.
Sakti memang pemain yang dibesarkan PSMS. Namanya beberapa tahun belakangan memang kerap dihubung-hubungkan dengan Ayam Kinantan. Terutama musim lalu. Namun ia gagal kembali karena tak melihat adanya keseriusan dari pengurus.
“Harapan aku buat PSMS, lebih baiklah dari sebelumnya, dan malu kita masak nama besar PSMS main di Divisi Utama. Pengurus untuk musim depan lebih baik dari sekaranglah, bila perlu diganti saja,” ujarnya.
Pemain kelahiran 19 Februari 1982 ini mengatakan masih menghormati kontraknya dengan Semen Padang. Dia memang tak mau berbicara soal klub, meski kontraknya di Semen Padang habis bulan depan.
“Aku belum ada kontak dengan klub-klub lain, belum terpikir dan belum ada rencana,” katannya.
Sakti terakhir memperkuat PSMS di Liga Indonesia 2007. Ketika itu bersama Mahyadi Panggaben, Markus Horison, dan beberapa pemain beken lainnya sukses membawa Ayam Kinantan ke final. Sayangnya, PSMS takluk 1-3 dari Sriwijaya FC di final.
Editor: SASTROY BANGUN(dat05/wol)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar